Feb 24, 2013

the sad truth

hold on - angus & julia stone

so, tell me
what did I do wrong?

oh and please don't give me the 'it's not you, it's me' bullshit
because you know too well,
that's bullshit

so, tell me.

Feb 23, 2013

suara kecil

hopeless wanderer- mumford & sons

agaknya engkau yang terlalu kisah
apa orang pikir, apa orang kata
biar sajalah!
yang merasa itu kan bukan dia
yang hatinya dipijak-sepak itu kan bukan mereka
ah peduli!

--

senang cakap, buat tengok?

Jan 16, 2013

dear mr future


A song by Wani Ardy

Hello
What's your name?
Have I seen you before?
Have you ever heard me sing?

I don't make the best lullaby
But every song I write
Is my journey to you

You're out there
Breathing the same air
I can feel you near
Should I wait?
Should I find?

I don't wanna be late
I don't wanna be
I don't wanna be late
I don't wanna be

Tell me how many songs do I need to write to get to you?
Tell me how many songs do I need to write to get to you?

Are you here in the crowd?
Would you stand out and show yourself up?
'Cause I've been talking to that someone in the future
If I could I would just squeeze into the drawer
And spare us this series of nonsense

Are you here in the crowd?
Would you stand out and show yourself up?
Let's save our bloody precious time
And put an end to soulmate-searching drama
We've prolly brushed against each other
We're just too frickin' stupid to even bother
Hey it's not like we're getting any younger
And let's not forget all those standard procedure
That might take up another few more years

Oh I am tired of talking to someone in the future
If I could I would just squeeze into the drawer
And spare us this series of heartbreaking nonsense
This series of heartbreaking nonsense
This series of heartbreaking nonsense

Hello
What's your name?

Nov 27, 2012

perihal hatinya yang dipecahkan


patah seribu (akustik) - shila amzah

dia pandang lagi wajah itu, yang dia ingat ingat setiap waktu
mata itu, yang baru semalam dia rindu rindu
bibir itu, yang baru meng-ujar kata kata nista
bikin hatinya jadi sayu

punah ranap jiwanya
bersepai barai asanya

apa semuanya yang kita ada sampai kini, satu penipuan buat kamu?
apa segala rasa yang selama ini engkau beri, sekadar lakonan buat aku?

hatinya..
kasihan hatinya, yang persis sebiji belon
sudah ditiup-tiup sampai mengembang
sudah terbang di langit terawang-awang
tiba tiba, POP!
dipecahkan!
jadi carik carik kecil yang sekarang ini berserakan

dia mengalih pandang pada cebis cebis hati
ah sudah, harus dikutip lagi!

Nov 26, 2012

suatu norma di Tebing Gaza


Pernah kau rasa putus harapan? Kau hilang semua, dan ditinggal seorang, dalam kegelapan. Rasa mahu marah, mengamuk, merampus, membaling barang, menghentak kaki dan menjerit sekuat hati. Rasa mahu menangis, menangis dan menangis lagi, sampai bila bila mata mampu berkompromi. Sampai akhirnya jadi lompong, dan tinggal kosong. 

Itu apa yang Sara rasa, masa ibunya mati, dibedil Yahudi.

Ya, ini cerita klise tentang bagaimana seorang budak perempuan berumur lima tahun menjadi yatim piatu, di sebalik runtuhan batu dan kelongsong peluru.

--

Tadi malam Sara tidur dalam pelukan ibunya. Bila mahu lena pasti dia begitu, sebab ibu satu satunya keluarga yang dia punya. Dia takpernah kenal abang, kakak, mahupun bapa. “Mereka sudah pergi dijemput Syurga”, jawab ibu setiap kali dia bertanya. Sebelum lena, ibu usap usap rambutnya, cuit pipinya, dan kucup hidungnya. Dia cuma mengekek ketawa. Senang bila ibu terlebih memanja. Dan dia ingat, dia dakap peluk ibu erat erat. Dan sebelum mata dia pejam rapat, dia rangkul ibu kuat kuat.
                                        
Belum lama Sara lena, dia sudah kembali terjaga. Dunia kelilingnya gegak gempita dan huru hara. Kaos di merata rata. Suara jerit pekik datang dari semua arah. Sara panik, dan naluri pertamanya ialah mencari ibu. Lalu dalam kelam cahaya, dia meraba. Nama ibu diulang panggil tanpa noktahnya. Dan akhirnya dia ketemu -- ibu, di sebalik runtuhan batu dan kelongsong peluru.

Muka ibu merah, penuh darah.  Segera dia menuruti, berlutut di tepi. “Ibu takboleh mati!”, bentak Sara dalam hati. Cepat cepat dia sapu likat pekat di muka ibu. Digoncang tubuh ibu sambil mulut tak henti menyeru. Tapi ibu tetap layu, kaku, beku. Ibu jadi batu, jadi bisu, jadi kaku.

Semalam dia masih punya ibu. Hari ini dia yatim piatu.

Dan Sara putus harapan. Dia hilang semua, dan ditinggal seorang dalam kegelapan. Dia mahu marah, mengamuk, merampus, membaling barang, menghentak kaki dan menjerit sekuat hati. Dia mahu menangis, menangis dan menangis lagi, sampai bila bila matanya mampu berkompromi.

Tapi dia sudah tak punya hati. Dia sudah jadi lompong, dan tinggal kosong.

Ya, ini cerita klise tentang bagaimana seorang budak perempuan berumur lima tahun menjadi yatim piatu, di sebalik runtuhan batu dan kelongsong peluru, serta kezaliman Zion yang berhati beku.